Renungan Singkat, 24 Oktober 2025
Nats Khotbah: Yoel 3:17–21
Tema: Tuhan adalah Allah Kita
Nabi Yoel menyampaikan pesan yang tegas dan penuh kuasa kepada bangsa Israel: Tuhan adalah Allah. Ia adalah Allah yang berkuasa, yang menghukum mereka yang tidak percaya dan memberkati mereka yang hidup dalam iman. Inilah keadilan Allah keadilan yang lahir dari kasih-Nya kepada orang berdosa.
Dalam Yoel 3:18 dikatakan: Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim.
Ayat ini adalah gambaran puitis tentang pemeliharaan Allah yang melimpah. Gunung-gunung yang meniriskan anggur baru bukanlah fenomena harfiah, melainkan berkat rohani yang mengalir kepada umat yang percaya. Anggur, dalam tradisi gereja ktia, adalah tanda Perjamuan Kudus dimana kehadiran Tuhan yang nyata di tengah jemaat-Nya. Melalui Perjamuan Kudus, Allah menyatakan pengampunan dan pembaruan hidup bagi umat-Nya.
Kita, sebagai orang percaya, dipanggil untuk menjadi seperti gunung-gunung yang meniriskan anggur baru menjadi saluran berkat di tengah dunia. Namun, berbeda dengan Yehuda yang dijaga Tuhan, Edom akan menjadi seperti padang gurun yang gersang karena menolak Tuhan. Kegersangan rohani adalah akibat dari penolakan terhadap Allah. Tidak ada berkat yang mengalir dari hati yang menolak-Nya. Ia diibaratkan seperti tanah tandus yang tidak mampu menumbuhkan kehidupan.
Tuhan menjaga Yehuda dan akan membalas setiap kecurangan yang dilakukan terhadap umat-Nya. Kantor Pusat GKLI adalah tempat pelayanan yang Tuhan pakai sebagai markas besar-Nya. Para pelayan Tuhan di GKLI hendaklah menjadi saluran berkat, meniriskan anggur baru kepada jemaat-jemaat di berbagai tempat.
Mari kita, yang dipakai Tuhan, merendahkan hati dan memohon pengampunan-Nya. Biarlah Tuhan memperbarui hidup kita agar kita menjadi berkat dan memuliakan nama-Nya. Mari kita mendahulukan Tuhan di atas segala kepentingan pribadi.
Tantangan akan selalu ada. Iblis tidak pernah berhenti bekerja. Namun Tuhan berfirman: Akulah Tuhan Allahmu yang menyertai engkau.
Jangan pernah jemu berdoa. Tetaplah setia dalam doa, sebab kekuatan kita ada di dalam doa. Ketika kita berhenti berdoa, kita kehilangan kekuatan rohani untuk menjadi berkat.
Kiranya Tuhan meneguhkan kita semua dalam pelayanan dan iman. Amin.
Soli Deo Gloria :)
Renungan Singkat
Nats: Yoel 3:9–16
Tema: Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan Kita!
"Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel".
Setiap orang membutuhkan perlindungan. Setiap bangsa memerlukan benteng yang kokoh. Dunia ini penuh dengan peperangan, baik secara fisik maupun rohani. Banyak orang menghabiskan hartanya untuk membangun benteng pertahanan, mencari perlindungan dari ancaman dunia. Namun, semua itu pada akhirnya sia-sia jika tidak disandarkan kepada Tuhan.
Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan sendirilah benteng kita. Ia tahu bahwa musuh kita yang sejati adalah iblis. Rasul Petrus menggambarkan iblis seperti singa yang mengaum-aum, mencari orang yang dapat ditelannya. Ini menunjukkan bahwa musuh kita sangat kuat, dan kita tidak memiliki kekuatan untuk melawannya dengan kemampuan kita sendiri. Kita tidak berdaya.
Namun, syukur kepada Allah! Ia datang melalui Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk mengalahkan maut dan menghancurkan kuasa musuh-musuh kita. Yesuslah benteng dan perlindungan sejati bagi kita. Ketika kita percaya kepada-Nya, maka Dialah yang menjadi tempat perlindungan kita yang teguh.
Oleh karena itu, marilah kita bersandar sepenuhnya kepada Yesus, Sang Juruselamat kita. Hanya di dalam Dialah ada keselamatan dan perlindungan yang sejati. Amin.
Soli Deo Gloria :)
Renungan Singkat
Nats: Yoel 2:32-32
Tema; Keselamatan hanya ada dalam nama Tuhan
Hari ini kita merenungkan satu kebenaran yang sangat penting bahwa keselamatan hanya ada dalam nama Tuhan. Nabi Yoel menyampaikan nubuat yang sangat kuat tentang hari Tuhan, hari yang menandai kedatangan Yesus yang kedua kali, hari penghakiman, hari yang penuh tanda-tanda ajaib dan peristiwa yang mengguncang langit dan bumi.
Dalam Ayat 29, Tuhan berfirman:
Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.
Ini adalah janji yang luar biasa. Roh Kudus akan dicurahkan bukan hanya kepada nabi atau imam, tetapi kepada semua orang percaya laki-laki dan perempuan, tua dan muda, tanpa memandang status.
Namun, di tengah janji itu, ada juga peringatan. Ayat 30 menyebutkan: Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah, api, dan gumpalan-gumpalan asap. Ini bukan dongeng atau mitos. Ini adalah kenyataan yang akan terjadi. Dunia akan diguncang, dan hanya mereka yang berseru kepada nama Tuhan yang akan diselamatkan.
Saudara, inilah identitas kita sebagai umat percaya: kita adalah orang-orang yang berseru kepada Tuhan. Ketika kita berhenti berseru, kita kehilangan arah, kehilangan pengharapan, bahkan kehilangan identitas kita sebagai anak-anak Allah. Minggu lalu kita telah diingatkan untuk terus berdoa. Hari ini, firman Tuhan menegaskan kembali: Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan!
Sebagai pelayan Tuhan, sebagai rekan sekerja di ladang-Nya kita diingatkan bahwa seruan kepada Tuhan bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan. Mari kita berseru! Dalam kesesakan, dalam pergumulan, dalam ketidakpastian, mari kita datang kepada Tuhan. Jika seorang hakim yang lalim saja mau mendengar permohonan seorang janda miskin, apalagi Bapa kita di surga, Dia pasti mendengar dan menjawab.
Jaminan iman kita adalah jawaban doa kita. Jangan pernah lelah berseru. Jangan pernah malu berharap. Karena Tuhan kita setia, dan Dia tidak pernah mengecewakan orang yang bersandar kepada-Nya.
Amin.
Soli Deo Gloria :)
Renungan Singkat
Mazmur 1 : 1 - 6
- Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
- tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
- Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
- Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
- Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
- sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Ayat Pegangan : Mazmur 1 : 1 - 4
Pesan : Lakukanlah yang berkenan bagi Tuhan, dan janganmenyimpang dari jalan-jalan - Nya !!!
Doa : Bapa di dalam sorga, kembali saya bersyukur buat senantiasa Firman-Mu untuk menguatkan hamba agar hamba selalu berkenan di hadapan-Mu, Tuhan lindungi hamba untuk melakukan aktivitas saya, dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya berdoa dan mengucap syukur ,,, Amin :)
Tetapi Ia berkata : Yang Berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya. * Amin* (Lukas 11:28)
Renungan Singkat, 20 Agustus 2025:
Nats; Lukas 18:1-8
Tema; Tuhan Mendengar Seruan Umat-Nya
Tuhan mendengarkan seruan orang yang berseru kepadaNya, Tuhan mendengarkan seruan orang percaya. Dalam perumpamaan seorang janda memiliki seorang musuh yang meresakan hatinya, kemudian datang kepada raja, supaya janda ini memperoleh keadilan karena ia tidak memiliki apapun selain dari pada mengadu kepada raja.
Janda ini terus datang, seolah-olah mau memaksa untuk membelanya, kemudian raja itu menjadi luluh. Sebenarnya dia raja yang tidak takut kepada Tuhan, tetapi karena janda ini terus datang kepada_Nya sehingga ia membela perkaranya.
Tuhan mengatakan, sedangkan raja yang lalim itu, mengabulkan permintaan janda itu, apalagilah Aku!
Yang kita lihat disini adalah, pengajaran; supaya kita jangan jemu-jemu berdoa kepada Tuhan, jangan jemu-jemu meminta kepada Tuhan. Jangan berhenti untuk berdoa, doa itu pasti didengar dan jawaban doa itu tergantung pada Tuhan. Artinya kita harus berdoa, baik kita suka, duka, sakit dan lain-lain, kita harus berseru-seru kepada Tuhan. Jangan kita berseru-seru kepada manusia, kepada dukun ataupun dunia ini, karena hasilnya akan gelap. Firman Tuhan membimbing kita apapun yang terjadi atas kita, apakah kita merasa dikecewakan, ditakut-takuti, berseruseruh kepada Tuhan.
Ketika kita tidak berseru-seru kepada Tuhan, ketika apapun yang kita lakukan tanpa Tuhan maka semuanya akan sia-sia, kita memiliki keterbatasan untuk melakukan apapun, kita manusia yang lemah dan kita tidak tahu apa yang harus kita kerjakan sesuai keinginan Tuhan. Tetapi kita dipanggil untuk bergantung kepadanya, berseru-seru kepada Tuhan.
Soli Deo Gloria :)
Renungan Singkat
Nats; Lukas 18:9-17
Tema; "Doa yang Dibenarkan"
Doa sangat penting, doa orang benar besar kuasanya.
Bagaimana kita berdoa, apakah kita berdoa seperti orang farisi atau berdoa seperi pemungut cuai?
Orang farisi membenarkan dirinya sendiri, dia merasa benar, kudus/ suci. Pemungut cukai berbeda, dia menyadari bahwa dia sangat berdosa dan memohon belas kasih Allah. Yesus berkata, orang yang meninggikan diri akan direndahkan. Dengan kata lain bahwa farisi adalah orang yang tinggi hati. Sedangkan pemungut cukai merasa berdosa, dan hendaknya kita seperti itu, merendahkan diri di hadapan Allah. Dan itulah doa yang benar. Kita harus mengaku kepada Tuhan akan dosa- dosa kita, supaya Tuhan membenarkan kita. Mari kita melihat pemungut cukai kita belajar bahwa hanya orng yng menyadari dirinya sebagai manusia berdosa datng kepada Tuhan dengan keberdosaannya, mengakuinya, maka Tuhan akan meninggikan kita. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang mengampuni segla dosa kita, tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni oleh Tuhan Yesus. Ketika kita datang mengaku, maka Tuhan akan berkata yang sama kepada kita maka kamu akan ditinggikan.
Soli Deo Gloria 😇